Demikian pertanyaan saya saat membuka kelas Informatika Level
7 Cordova. Beberapa siswa menjawab di angka ratusan bahkan ribuan. Namun belum
semuanya tepat menjawab. Akhirnya ketika siswa diminta untuk mencari melalui search
engine, mereka mendapatkan angka yang cukup menakjubkan, yaitu 7000-an. Tepatnya
7.164, bahkan ada yang mencapai 8.324 jika termasuk bahasa tutur dan isyarat. Ternyata
mereka cukup terkejut karena tidak mengira begitu banyaknya jenis bahasa yang
ada di dunia. Hal ini cukup menarik bagi mereka, sehingga merekapun cukup
antusias ketika pembelajaran dimulai.
Pembelajaran Informatika kali ini adalah membuat aplikasi voice
translator menggunakan aplikasi MIT.App Inventor. Dengan menyebutkan
bahasa yang diucapkan, maka aplikasi akan mengeluarkan feedback berupa
terjemahan atau translate dari kalimat yang diucapkan sesuai bahasa yang
diprogramkan dalam aplikasi. Semua siswa diminta untuk membuat program dengan
bahasa yang berbeda-beda, sehingga minimal ada 30 jenis bahasa sesuai jumlah
siswa yang hadir hari itu.
Setelah proyek selesai, siswa sangat antusias untuk mencoba
hasilnya. Apakah berfungsi atau tidak aplikasi tersebut. Mereka juga ingin
mendengarkan bahasa yang mereka pilih. Mulai dari bahasa daerah seperti Sunda
atau Jawa sampai bahasa negara lain, seperti Denmark, Uganda, Jepang dan lain
sebagainya. Alhamdulillah, semuanya dapat berfungsi dengan baik dan bisa
diterjemahkan sesuai bahasa yang diprogramkan.
Dengan pembelajaran yang cukup unik ini, siswa sangat
antusias untuk bisa terus belajar. Bahkan beberapa siswa menginginkan nantinya
untuk kuliah di universitas luar negeri. Dengan adanya bahasa yang berbeda-beda
maka menambah khazanah pengetahuan dan rasa penasaran siswa untuk lebih maju
dan meraih cita-citanya di masa depan. Apalagi bagi mereka yag memang menyukai
bahasa bangsa lain terutama Bahasa Inggris. Ini sesuai dengan berbagai program
kegiatan Darbi dalam mengeksplor kemampuan berbahasa siswa seperti Agora, Native
Program, Darbi Literacy Act Festival (DLAF), Darbi Lintas Dunia (DLD)
dan masih banyak lagi.
Pengalaman berharga dalam mengajarkan siswa membuat aplikasi Voice
Translator ternyata dapat membangun semangat siswa untuk lebih menyukai
berbagai bahasa melalui pembelajaran Informatika bahkan sampai mereka ingin
kuliah di luar negeri. Hal ini sungguh diluar ekspektasi saya sebagai guru.
Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Sekali mengajarkan
Informatika membuat siswa senang membuat coding dan pemrograman, senang
berbahasa serta meningkatkan minat mereka untuk meraih salah satu mimpi mereka untuk
kuliah diberbagai negara lain di dunia. Sungguh pengalaman yang sangat
mengesankan.






0 komentar:
Posting Komentar